Kesehatan

Ketahui 11 Gejala Amandel pada Anak dan Langkah Pengobatannya

Terkadang, anak yang masih kecil sulit menggambarkan rasa sakit yang terjadi pada dirinya. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala amandel pada anak agar bisa melakukan pengobatan dengan mudah hanya di rumah.

Yuk, ketahui apa saja gejala amandel pada anak dan langkah pengobatannya di bawah ini.

Apa Saja Gejala Amandel pada Anak yang Umum Terjadi?

Gejala amandel pada anak umumnya terlihat merah, bengkak, sakit tenggorokan, hingga sulit menelan. Yuk, cek gejala lainnya dan cara mengobatinya disini!

Berikut beberapa gejala amandel pada anak yang penting Anda perhatikan, antara lain:

1. Terlihat Merah Karena Amandel Membengkak

Gejala amandel pertama pada anak adalah terlihat merah karena membengkak. Biasanya, amandel yang sehat berwarna merah muda pucat, tetapi ketika terjadi infeksi, amandel akan mengalami pembengkakan dan terlihat sangat merah.

Pembengkakan ini bisa sangat signifikan sehingga amandel hampir menutupi jalur tenggorokan. Perubahan warna menjadi merah menyala atau merah tua menunjukkan adanya peningkatan aliran darah ke area tersebut sebagai respons alami tubuh dalam melawan infeksi.

2. Muncul Lapisan atau Bercak Putih atau Kuning pada Amandel

Selain memerah dan membengkak, amandel yang terinfeksi seringkali menunjukkan penumpukan eksudat, yaitu cairan yang dilepaskan sebagai hasil peradangan. Eksudat ini bermanifestasi sebagai lapisan tipis berwarna putih atau kekuningan, atau bahkan bercak-bercak nanah yang menempel pada permukaan amandel.

Kehadiran bercak-bercak ini, seringkali disebut tonsillar exudates, adalah indikasi kuat bahwa infeksi bakteri seperti Streptococcus (strep throat) mungkin menjadi penyebabnya. Namun, perlu dicatat bahwa infeksi virus juga kadang-kadang dapat menimbulkan penampakan serupa. Anda dapat melihat bercak-bercak ini pada kedua amandel, atau hanya pada salah satunya, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis infeksi.

3. Sakit pada Tenggorokan

Rasa sakit pada tenggorokan adalah gejala amandel pada anak yang paling umum. Pembengkakan dan peradangan yang terjadi membuat tenggorokan terasa sakit, gatal, atau bahkan seperti terbakar.

Tingkat keparahan rasa sakit ini bervariasi, mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga rasa sakit yang sangat menusuk dan konstan. Rasa sakit ini cenderung memburuk, terutama saat anak berbicara, menelan, atau bahkan hanya bernapas.

4. Sulit Menelan

Kesulitan menelan atau disfagia, adalah konsekuensi langsung dari amandel yang membengkak dan sakit tenggorokan yang parah. Amandel yang membengkak menghalangi jalur makanan saat akan masuk ke kerongkongan.

Akibatnya, anak mungkin enggan makan atau minum, bahkan makanan favoritnya. Tindakan menelan menjadi menyakitkan (odinofagia), menyebabkan anak merintih atau menangis saat mencoba menelan air liur, cairan, atau makanan padat.

5. Demam

Demam menjadi respon alami tubuh dalam melawan infeksi. Pada kasus tonsilitis, demam adalah gejala yang sangat umum dan seringkali menjadi salah satu gejala pertama yang Anda perhatikan.

Jika anak mengalami demam tinggi, terutama jika disertai bercak putih pada amandel, mungkin lebih mengarah pada infeksi bakteri. Penting bagi Anda untuk memantau suhu anak secara berkala dan memberikan penanganan yang tepat.

6. Kelenjar Lunak (Getah Bening) Membengkak di Leher

Kelenjar getah bening di leher, yang berfungsi menyaring kuman dan menghasilkan sel imun, seringkali menjadi lunak dan membengkak saat amandel terinfeksi.

Anda dapat merasakan benjolan-benjolan kecil di bawah rahang atau di samping leher anak. Benjolan-benjolan ini biasanya terasa nyeri saat disentuh. Pembengkakan ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja keras untuk membersihkan infeksi yang berasal dari area tenggorokan.

7. Bau Mulut

Infeksi pada amandel, terutama yang menyebabkan penumpukan nanah atau eksudat, seringkali menghasilkan bau mulut yang tidak sedap (halitosis). Bakteri dan sisa-sisa sel mati yang terperangkap pada permukaan amandel yang meradang, serta cairan eksudat yang berbau, berkontribusi pada aroma yang kurang sedap ini.

8. Suara Serak

Peradangan dan pembengkakan pada amandel dan area sekitarnya dapat mempengaruhi pita suara. Akibatnya, anak mungkin mengalami perubahan suara menjadi serak, parau, atau bahkan terdengar seperti teredam. Dalam beberapa kasus, anak mungkin mengalami kesulitan berbicara atau harus berbisik karena sakit.

9. Leher Kaku

Meskipun kurang umum dibandingkan sakit tenggorokan, beberapa anak dengan tonsilitis yang parah, terutama yang disebabkan oleh bakteri, dapat mengeluhkan leher kaku atau kesulitan memutar kepala. Gejala ini disebabkan oleh peradangan kelenjar getah bening dan otot-otot di sekitar leher.

10. Sakit Kepala

Sakit kepala sering menyertai demam dan infeksi secara umum. Pada anak dengan amandel, sakit kepala dapat menjadi gejala sekunder akibat peradangan sistemik dan ketidaknyamanan di area tenggorokan dan leher.

11. Sakit Perut

Pada anak-anak, infeksi strep throat (salah satu penyebab umum tonsilitis) terkadang tidak hanya menimbulkan gejala tenggorokan tetapi juga gejala pencernaan, termasuk sakit perut dan bahkan muntah. Jika anak mengeluh sakit perut bersamaan dengan sakit tenggorokan dan demam, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan tonsilitis.

Cara Mengobati Amandel pada Anak di Rumah secara Mudah

Ada beberapa cara mengobati amandel pada anak yang bisa Anda lakukan dari rumah, yaitu:

  • Pastikan anak mendapatkan istirahat total. Istirahat membantu tubuh mengalokasikan energi sepenuhnya untuk melawan infeksi.
  • Bantu anak minum banyak cairan adalah kunci, terutama jika mereka demam. Cairan hangat (seperti teh tanpa kafein atau air hangat dengan madu, hanya untuk anak di atas satu tahun) dapat menenangkan tenggorokan. Hindari minuman asam yang dapat mengiritasi.
  • Berikan makanan yang mudah ditelan dan tidak mengiritasi, seperti sup kaldu hangat, bubur, atau smoothie dingin. Makanan dingin seperti es krim atau es loli seringkali dapat memberikan efek mati rasa sementara yang meredakan nyeri.
  • Anda dapat memberikan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol atau ibuprofen (sesuai dosis anak yang dianjurkan dokter atau apoteker)
  • Jika anak sudah cukup besar dan bisa berkumur, larutan air garam hangat (campurkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat) dapat membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan bakteri atau lendir dari tenggorokan.
  • Gunakan pelembap udara dingin di kamar tidur anak dapat menjaga udara tetap lembab, yang membantu meredakan sakit tenggorokan dan mencegah iritasi lebih lanjut.

Itulah informasi seputar gejala amandel pada anak dan cara mengobatinya secara mudah yang bisa Anda ikuti. Pastikan memahaminya dengan baik agar rasa sakit akibat amandel yang anak derita bisa segera sembuh dengan cepat.