Sejarah

Ini 5 Tokoh Pendiri ASEAN dan Negara Asalnya, Ada Indonesia

Ada sekitar 5 tokoh pendiri ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dari berbagai negara. Mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand. Mereka semua berkumpul di sebuah pertemuan yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 5-8 Agustus 1967.

Lantas, siapa saja tokoh pendiri ASEAN tersebut? Yuk, langsung cek di bawah ini!

Siapa Saja Tokoh Pendiri ASEAN dan Darimana Asalnya?

Ada 5 tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari berbagai negara berbeda. Mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Yuk, cek nama tokohnya!

Berikut beberapa tokoh pendiri ASEAN dan negara asalnya, yaitu:

1. Adam Malik – Indonesia

Anda mungkin sudah tak asing dengan nama Adam Malik, salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya ASEAN. Beliau adalah seorang diplomat ulung dari Indonesia yang lahir pada 22 Juli 1917 di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Sebelum menjadi tokoh kunci di tingkat internasional, Adam Malik sudah aktif di dunia politik dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, beliau termasuk dalam kelompok pemuda yang mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.

Sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 1967, Adam Malik berperan penting dalam perundingan yang menghasilkan deklarasi berdirinya ASEAN. Kemampuannya berdiplomasi membuat Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967.

Adam Malik menandatangani perjanjian tersebut bersama empat menteri luar negeri lainnya. Keberadaannya dalam forum tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia, melalui dirinya, memainkan peran sentral dalam membangun kerja sama kawasan Asia Tenggara.

2. Narciso Ramos – Filipina

Dari Filipina, tokoh pendiri ASEAN yang ikut serta adalah Narciso Ramos. Beliau lahir pada 11 November 1900 di Pangasinan, Filipina. Awalnya, Narciso Ramos berprofesi sebagai jurnalis dan pengacara. Kariernya kemudian berlanjut ke dunia politik hingga ia dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri Filipina.

Sebagai diplomat kawakan, Narciso Ramos memahami pentingnya membangun solidaritas antarnegara di Asia Tenggara yang kala itu masih rawan konflik. Melalui perannya, Filipina dapat ikut menginisiasi terbentuknya organisasi regional yang berfokus pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi. Saat Deklarasi Bangkok ditandatangani, beliau mewakili Filipina dengan tekad kuat agar ASEAN menjadi wadah yang mampu menyatukan perbedaan di kawasan. Dedikasi Narciso Ramos bahkan terus dikenang karena ia turut menanamkan fondasi awal diplomasi multilateral di Asia Tenggara.

3. Tun Abdul Razak – Malaysia

Tokoh berikutnya adalah Tun Abdul Razak, perwakilan Malaysia dalam pendirian ASEAN. Beliau lahir pada 11 Maret 1922 di Pahang, Malaysia. Sebelum menjadi Menteri Luar Negeri, Tun Abdul Razak dikenal sebagai sosok negarawan visioner yang pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Sebagai salah satu tokoh penting, Tun Abdul Razak memandang ASEAN sebagai jalan untuk mengakhiri ketegangan politik antara negara-negara tetangga di kawasan. Pada masa itu, hubungan Malaysia dengan Indonesia sempat mengalami gejolak akibat Konfrontasi. Dengan adanya ASEAN, beliau berharap hubungan bilateral dapat dipulihkan, sekaligus memperkuat kerja sama regional.

Peran Tun Abdul Razak sangat strategis karena ia mampu melihat jauh ke depan tentang potensi kerja sama dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Gagasan-gagasannya memberikan arah bagi ASEAN agar tidak hanya berfokus pada isu politik dan keamanan, tetapi juga kesejahteraan rakyat di Asia Tenggara.

4. Sinnatham Rajaratnam – Singapura

Dari Singapura, tokoh pendiri ASEAN yang mewakili adalah Sinnatham Rajaratnam. Beliau lahir pada 25 Februari 1915 di Jaffna, Sri Lanka, namun kemudian menetap di Singapura. Rajaratnam adalah salah satu tokoh pendiri bangsa Singapura sekaligus Menteri Luar Negeri pertama negara tersebut.

Sebagai diplomat, Rajaratnam dikenal sangat tegas, berpandangan luas, dan berpikir strategis. Ia melihat ASEAN sebagai wadah penting untuk memperkuat eksistensi negara-negara kecil di tengah dinamika politik internasional. Bagi Singapura yang baru merdeka pada 1965, bergabung dalam organisasi regional seperti ASEAN menjadi langkah penting untuk memperkokoh posisi politik dan ekonominya.

Sinnatham Rajaratnam memiliki visi bahwa ASEAN harus dibangun berdasarkan kerja sama yang setara, tanpa ada negara yang merasa lebih dominan. Pandangannya inilah yang membantu membentuk identitas ASEAN sebagai organisasi yang menghormati kedaulatan masing-masing anggotanya.

Hingga kini, sosok Rajaratnam tetap dihargai sebagai perumus kebijakan luar negeri Singapura yang penuh pengaruh.

5. Thanat Khoman – Thailand

Thailand diwakili oleh Thanat Khoman, tokoh berwawasan luas yang lahir pada 9 Mei 1914 di Bangkok. Sebagai Menteri Luar Negeri Thailand, beliau dikenal sebagai salah satu arsitek utama terbentuknya ASEAN. Thanat Khoman memiliki peran penting sebagai mediator, terutama dalam membangun hubungan baik antar negara Asia Tenggara setelah masa ketegangan.

Sebagai diplomat, Thanat Khoman memahami bahwa kawasan ini membutuhkan suatu wadah yang mampu mempersatukan visi. Tidak hanya itu, Thailand juga menjadi lokasi penandatanganan Deklarasi Bangkok, sehingga peran negaranya dalam sejarah ASEAN sangat besar. Dengan kemampuan diplomasi yang tinggi, Thanat Khoman berhasil mendorong konsensus bersama antarnegara anggota awal ASEAN.

Kontribusinya tidak hanya berhenti pada pendirian ASEAN, tetapi juga dalam memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu pemimpin regional. Beliau dipercaya luas sebagai sosok yang menekankan pentingnya solidaritas, stabilitas politik, serta kerja sama ekonomi.

Itulah 5 tokoh pendiri ASEAN yang penting Anda ketahui. Tanpa peran diplomasi, visi, dan komitmen mereka, ASEAN mungkin tidak akan menjadi organisasi kuat yang dikenal dunia seperti sekarang.