Apa Itu Kebijakan Fiskal? Ini Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Apa itu kebijakan fiskal? Mungkin beberapa masih kurang paham tentang istilah tersebut. Jaman sekarang, ada baiknya Anda mulai mengenal istilah ekonomi termasuk kebijakan fiskal.
Apalagi, Indonesia baru saja mendapatkan Menteri keuangan baru dengan segala rencana kerjanya. Mari bersama-sama mengawasi kinerja mereka dengan memahami setiap istilah ekonomi seperti kebijakan fiskal. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini:
Apa Itu Kebijakan Fiskal? Apa Kebijakan Dari Pemerintah?

Apa itu kebijakan fiskal? Secara umum, kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengatur perekonomian negara dari pendapatan (pajak) serta pengeluaran (belanja negara).
Kebijakan fiskal juga bisa berarti peraturan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi, menyeimbangkan kondisi keuangan negara, hingga meningkatkan pertumbuhan.
Nah, apa itu kebijakan fiskal? Dapat diartikan sebagai “alat” yang dipakai pemerintah untuk mengatur keluar masuknya uang kas negara. Dengan begitu, ekonomi bisa makin lancar hingga terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
Apa itu kebijakan fiskal? Jika menurut Kementrian Keuangan RI, kebijakan fiskal merupakan instrumen pemerintah demi mencapai tujuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan Kebijakan Fiskal – Penting Bagi Perekonomian Negara
Kebijakan fiskal ini dianggap cukup penting bagi perekonomian negara. Berikut beberapa alasan yang mendasarinya:
1. Dapat Menjaga Stabilitas Negara
Dalam kebijakan fiskal, pemerintah bebas mengatur belanja dan pajak. Oleh sebab itu, mereka juga makin mudah mengendalikan inflasi atau kenaikan harga barang.
2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Melalui pengelolaan pajak yang baik dalam kebijakan fiskal, pemerintah bisa lebih mudah mengalokasikan dana dengan tepat.
Contoh penerimaan pajak digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan, insfrastruktur, dan alat kesehatan.
3. Secara Nyata Mengurangi Angka Pengangguran
Kebijakan fiskal akan memudahkan pemerintah dalam mengatur belanja negara. Salah satunya adalah dengan pemerintah dapat membuka lapangan kerja (proyek pembangunan jalan, bendungan, hingga sekolah).
4. Pemerataan Pendapatan
Masalah ekonomi selain pengangguran juga kurang meratanya pendapatan. Masalah tersebut dapat diatasi yaitu dengan penerapan kebijakan fiskal
Dari pungutan pajak, pemerintah bisa menggunakannya untuk membantu sektor yang membutuhkan, seperti subsidi pemerintahan dan kesehatan.
5. Meningkatkan Investasi
Bahkan, kebijakan fiskal juga bisa berperan dalam peningkatan investasi negara lho. Caranya adalah dengan menyediakan insentif pajak serta meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur.
Apakah Ada Jenis-Jenis Kebijakan Fiskal di Indonesia?
Sudah sedikit paham tentang apa itu kebijakan fiskal? Nah, kali ini mari bahas jenis-jenis kebijakan fiskal di Indonesia. Ada 2 jenis kebijakan fiskal yang perlu dikenal yaitu sebagai berikut:
1. Kebijakan Fiskal Ekspansif
Khusus untuk kebijakan ekspansif ini, umumnya diambil oleh pemerintah saat kondisi keuangan negara sedang lesu. Caranya bisa dengan meningkatkan belanja negara atau justu menurunkan pajak dengan tujuan meningkatkan daya beli masyarakat.
Contoh yang sudah kita lalui bersama yaitu ketika pandemic covid-19 silam. Pada waktu itu, pemerintah banyak mengeluarkan stimulus berupa bantuan tunai hingga subsidi ekonomi dengan harapan ekonomi tetap bergerak.
2. Kebijakan Fiskal Kontraktif
Beda lagi dengan kebijakan fiskal kontraktif. Pemerintah akan mengambil langkah menerapkan kebijakan fiskal ini ketika ekonomi justru dalam kondisi terlalu panas (overheating), seperti sedang terjadi inflasi tinggi.
Kebijakan fiskal kontraktif akan membuat pemerintah menaikkan pajak dan mengurangi belanja yang tujuannya agar daya beli masyarakat turun. Dengan begitu, harga bisa lebih stabil.
Contoh-Contoh Kebijakan Fiskal Yang Diterapkan di Indonesia
Untuk mempermudah pemahaman tentang kebijakan fiskal, mungkin contoh-contoh di bawah ini bisa sedikit membantu.
1. Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Listrik
Kebijakan fiskal diterapkan di Indonesia dalam bentuk subsidi bahan bakar minyak dan listrik. Dengan adanya subsidi tersebut, masyarakat diharapkan bisa membeli keduanya dengan harga lebih murah dari pasaran.
Subsidi BBM dan listrik juga bertujuan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya kelompok menengah ke bawah. Anda bisa lihat harga Pertalite dan Solar di Indonesia yang lebih murah karena subsidi BBM.
2. Program Bantuan Sosial (Bansos)
Bansos dapat berupa uang maupun barang yang diberikan langsung pada masyarakat kurang mampu. Tujuannya agar tingkat kemiskinan berkurang hingga menjaga konsumsi rumah tangga.
Macam-macam bentuk bansos mulai dari Program Kartu Sembako, BLT, dan PKH atau Program Keluarga Harapan.
3. Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah juga sering menggunakan belanja negara untuk membangun fasilitas umum sebagai penerapan kebijakan fiskal.
Hal ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat, investasi meningkat dan masyarakat jadi makin mudah beraktivitas.
Contohnya adalah pembangunan jalan tol Trans Jawa, bangun MRT, hingga beberapa bendungan.
4. Insentif Pajak
Program insentif banyak yaitu program penurunan atau pembebasan pajak oleh pemerintah terhadap sektor tertentu.
Tujuannya adalah supaya investor tertarik menanamkan modal di Indonesia dan mendorong tumbuhnya dunia usaha.
Anda bisa melihat contoh insentif pajak dari Tax Holiday yaitu pembebasan pajak 20 tahun untuk industri besar (industri energi terbarukan hingga industri strategis lainnya).
5. Dana Desa dan Transfer ke Daerah
Pemerintah juga melakukan transfer dana APBN ke daerah untuk pembangunan lokal. Hal ini membuat pembangunan tak hanya berpusat di kota besar saja.
Dana desa tersebut dipakai banyak hal seperti membangun jembatan hingga jalan-jalan desa.
Jadi, Apa itu kebijakan fiskal? Suatu strategi pemerintah dalam mengatur perekonomian negara lewat pajak dan belanja negara. Tujuannya adalah demi stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan pemerataan kesejahteraan.
